Setiap
negara mempunyai kebiasaan dan gaya hidup berbeda yang memengaruhi
bentuh tubuh. Kebiasaan dan gaya hidup sehat menjadikan perempuan
Perancis, Jepang, dan China bertubuh ramping. Mau meniru?
Perempuan Perancis: Makan Sambil Ngobrol
Menu
makanan Perancis banyak yang padat lemak, tapi herannya tubuh para
perempuan ini tetap saja langsing. Apa rahasianya? Ini ada hubungannya
dengan kebiasaan makan mereka. Orang Perancis mempunyai kebiasaan
menikmati makanan secara perlahan sambil berbincang. Cara makan seperti
inilah yang membuat rasa kenyang cepat muncul.Sebaliknya, makan secara
terburu-buru selain membuat kalori lebih banyak masuk, kerja lambung
juga akan bertambah berat karena makanan yang masuk belum dihaluskan
sempurna oleh gigi dan sistem pencernaan.Kunci dari diet perempuan
Perancis, menurut Will Clower, ahli gizi dari Amerika, adalah
mengonsumsi semua makanan, tapi dalam porsi terbatas. Selain itu, air
dalam kemasan botol merupakan minuman favorit sepanjang hari. Bahkan,
air dalam kemasan di Perancis lebih populer daripada jus buah atau soda.
Mereka juga gemar mengonsumsi roti dalam porsi besar yang mengandung
sedikit lemak.Rahasia lain, perempuan Perancis kerap menutup acara
makannya dengan minum kopi pahit. Rasa pahit dari kopi dapat membatasi
keinginan untuk makan atau ngemil hingga jam makan berikutnya.
Perempuan Jepang: Penggemar Kacang
Mereka
memasukkan nasi dan sayur sebagai menu sehari-hari. Mereka juga
menggemari kacang-kacangan (terutama kedelai). Bahkan, salah satu
makanan tradisional mereka, nattou, yang berasal dari kacang kedelai
yang difermentasi menjadi favorit kalangan muda Jepang karena dianggap
sebagai menu diet yang murah meriah.Menu makanan orang Jepang sangat
rendah lemak. Seafood mereka konsumsi dalam porsi sedang. Daging sapi
dan minyak sangat sedikit ditemui dalam menu perempuan Jepang. Porsi
konsumsi mereka biasanya kecil-kecil. Maklum, mereka menganut konsep
kecil itu indah. Mereka menerapkan konsep ini dalam semua hal, termasuk
penyajian makanan. Berbagai makanan Jepang disajikan dalam wadah yang
berbeda-beda dan dalam porsi kecil-kecil.Kebiasaan sehat mereka yang
patut Anda tiru adalah berjalan kaki dan jogging. Hal ini
dilatarbelakangi kondisi transportasi negara tersebut. Banyak warga
Jepang memilih berkendara umum daripada kendaraan pribadi karena lebih
murah dan nyaman. Dengan begitu, mereka setiap hari harus berjalan kaki
menuju ke dan dari stasiun dan halte.
Perempuan China: Penggenjot Sepeda
Tingkat
obesitas di China sangat rendah. Hanya 1,5 persen perempuan China yang
mengalami kegemukan. Ini mungkin karena mereka menganut prinsip
keseimbangan, yin dan yang, yang mereka terapkan dalam pola makan.
Mereka mengonsumsi kombinasi nutrisi yang berbeda dalam satu porsi
makanan.Pola makan food combining yang asli dikenal dengan nama
Tropologi, dan telah dikenal di China sejak ratusan tahun lalu. Mereka
percaya makanan yang berbeda akan mengalami proses pencernaan yang
berbeda pula. Dengan pola kombinasi yang tepat, tubuh akan dapat
berfungsi secara maksimal.Nasi, mi, dan roti gandum selalu ada dalam
menu sehari-hari. Pelengkapnya adalah sayuran hijau yang ditumis dengan
sedikit minyak sayur. Mereka jarang mengonsumsi daging, kecuali pada
momen-momen tertentu. Dalam masakan China, daging hanya digunakan
sebagai penyedap rasa.Orang China juga mempunyai kebiasaan sehat, yakni
bersepeda. Sebagian besar jalan-jalan di China banyak dipadati sepeda
daripada mobil. Untuk ke sana kemari, orang China lebih senang
menggunakan sepeda. Maklum, di Cina mobil termasuk barang mewah sehingga
jarang sekali orang yang memilikinya. Kebiasaan menggenjot sepeda ini
yang membuat berat tubuh mereka terkendali. Bersepeda merupakan
aktivitas aerobik yang sangat pas untuk menurunkan dan mengendalikan
berat badan.
Perempuan Belanda: Doyan Sayur
Seperti China,
warga Belanda juga senang bersepeda. Kalau jarak tempuhnya pendek,
mereka lebih memilih mengendarai sepeda ketimbang mobil pribadi. Mereka
bersepeda sambil menikmati taman tulip yang indah dan menyegarkan
mata.Pola makan orang Belanda lebih sehat karena mereka banyak
mengonsumsi sayur-sayuran. Produksi sayuran Belanda cukup besar karena
tanahnya subur. Hampir semua sayur yang tumbuh di dataran Eropa bisa
dijumpai di sini. Orang Belanda juga tidak terlalu menyukai makanan fast
food. Mereka menyukai makanan rumahan. Menu utama biasanya kentang
rebus yang disajikan dengan kulitnya.Kebiasaan orang Belanda juga sama
dengan Perancis, menutup acara makan dengan minum kopi. Konsumsi kopi
mereka rata-rata dua kali sehari, pagi dan sore. Kopi pahit bisa menjadi
pengganjal perut untuk ngemil di sela-sela jam makan.
No comments:
Post a Comment